Bismillah

Bismillah
Awali aktivitas anda di blog ini dengan do'a di atas :)

Monday, 20 February 2017

Partikel Sub Atom yang Disebutkan Dalam Al-Qur'an

Source: WPCLipart.com

Pada zaman dahulu merebak sebuah teori yang dikenal luas dengan Teori Atom. Teori ini awalnya digagas oleh seorang Yunani yang hidup sekitar 23 abad yang lalu bernama Democritus. Democritus beserta orang-orang setelahnya mengasumsikan bahwa satuan terkecil materi adalah atom. Orang Arab pun berpendapat demikian juga.

Kata ‘dharrah’ dalam bahasa Arab sering diartikan dengna atom. Seiring perkembangan zaman, ilmu pengetahuan modern menemukan bawha ada kemungkinan atom masih bisa dibagi lagi. Pekembangan ilmu pengetahuan di abad ke-20 bahkan mengatakan bahwa atom masih bisa terbelah lagi menjadi beberapa partikel yang lebih kecil lagi.

Namun, Al-Qur’an 14 abad yang lalu telah membantah hal ini. Sifat Allah yang Maha Tahu diperlihatkan lewat ayat berikut yang secara gamblang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang lebih kecil dari atom. Masya Allah.

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَأْتِينَا السَّاعَةُ ۖ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَالِمِ الْغَيْبِ ۖ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَلَا أَصْغَرُ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرُ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Terjemahan:
“Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakanlah: "Pasti datang, demi Tuhanku Yang Mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)". (Q.S Saba’: 3)

(Sumber: Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah, Zakir Naik. Dengan beberapa perubahan redaksi)



Sunday, 19 February 2017

Hadits Arbain ke-17: Berbuat Baik Dalam Segala Hal

عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّاد ابْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ 
[رواه مسلم]

Terjemahan:
"Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu, hendaklah kalian mengasah pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya."
(Riwayat Muslim)

Catatan:
1.Syariat Islam menuntut perbuatan ihsan kepada setiap makhluk termasuk diantaranya adalah hewan.
2.Tidak boleh menyiksa dan merusak tubuh sebagai sasaran dan tujuan, tidak juga boleh menyayat-nyayat orang yang dihukum qishash.
3.Termasuk ihsan juga berbuat baik terhadap hewan ternak dan belas kasih terhadapnya.
4.Tidak boleh membebaninya diluar kemampuannya serta tidak menyiksanya saat menyembelihnya.

Perintah Mengenakan Jilbab

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Terjemahan:
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S Al Ahzab: 59)

Al-Bukhari meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu ‘anha bahwa ia berkata: “Setelah turun ayat hijab, Saudah radhiallahu ‘anha, istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam, keluar rumah untuk suatu keperluan. Tubuhnya yang tinggi dan besar membuatnya mudah dikenali diantara kaum wanita yang lain. Ketika ia berjalan, Umar radhiallahu ‘anhu melihatnya dan berkata: “Hai Saudah, demi Allah, kami dapat mengenalimu dengan mudah. Jadi, untuk urusan apa kau keluar?” Ia pun bergegas pulang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam. Pada saat yang sama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam sedang makan di rumah Aisyah radhiallahu ‘anha. Ketika masuk, Saudah radhiallahu ‘anha berkata: “Wahai Rasulullah, aku keluar untuk suatu keperluan, dan Umar menegurku.” Karena peristiwa itulah turun ayat ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam. Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengizinkamu keluar rumah untuk suatu keperluan.” (As-Suyuthi, 2002)

Ayat ini ditujukan kepada semua muslimah, baik anggota keluarga Nabi atau pun bukan. Pada masa itu, kedudukan kaum muslim belum kuat. Musuh-musuh Islam dari berbagai pihak, baik musyrik Makkah maupun Yahudi dan munafik di Madinah, terus melakukan berbagai upaya untuk menyerang dan menyakiti kaum beriman, terlebih lagi kaum wanita yang lemah. Mereka sering mencela dan mengolok-olok para wanita muslim yang mereka temui di luar rumah, baik di pasar maupun di jalan-jalan.

Karena itulah Umar menegur Saudah radhiallahu ‘anha ketika ia keluar rumah karena dikhawatirkan istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam itu disakiti oleh kaum Yahudi atau kaum munafik. Namun, Allah tidak melarang mereka keluar rumah. Hanya saja, melalui ayat di atas, Allah memerintahkan agar kaum wanita mukmin mengenakan jilbab ketika keluar rumah atau bepergian ke tempat lain. Tujuannya bukan untuk membatasi kebebasan mereka, melainkan untuk melindungi mereka dari gangguan dan perlakuan tidak baik dari orang-orang yang dengki kepada mereka. (Ali, 1993)

(Sumber: Mengerti Asbabun Nuzul, Muhammad Chirzin, dengan beberapa perubahan redaksi)

Keberadaan Materi Antar Bintang


Ruang di laur sistem Astronomi sebelumnya diasumsikan vakum (kosong). Ahli Astrofisika kemudian menemukan adanya jembatan materi dalam ruang antar bintang. Jembatan-jembatan materi itu disebut plasma. Plasma terdiri dari gas yang telah terionisasi secara sempurna dan mengandung sejumlah elektron bebas yang sama serta ion positif. Plasma sering disebut-sebut sebagai zat keempat (selain padat, cair, dan gas). Al-Qur’an telah menyebutkannya dalam ayat berikut:

الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ الرَّحْمَٰنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا

Terjemahan:
“Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas 'Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia”. (Q.S Al Furqon: 29)

(Sumber: Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah, Zakir Naik. Dengan beberapa perubahan redaksi)

Saturday, 18 February 2017

Hadits 'Arbain ke-16 - Jangan Marah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ 
[رواه البخاري]

Terjemahan:
"Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: (Ya Rasulullah) nasihatilah saya. Beliau bersabda: Jangan kamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda: Jangan engkau marah".
(Riwayat Bukhari)

Catatan:
1. Anjuran bagi setiap muslim untuk memberikan nasihat dan mengenal perbuatan-perbuatan kebajikan, menambah wawasan ilmu yang bermanfaat serta memberikan nasihat yang baik.
2. Larangan marah. 
3. Dianjurkan untuk mengulangi pembicaraan hingga pendengar menyadari pentingnya dan kedudukannya.

Alam Semesta Yang Terus Berkembang


Pada tahun 1925, Edwin Hubble, seorang Astronom dari Amerika Serikat mempersembahkan sebuah bukti pengamatannya bahwa semua galaksi bergerak saling menjauh antara satu dengan yang lain, menyiratkan bahwa alam semesta senantiasa berkembang dan mengalami perluasan. Ternyata Al-Qur’an telah menyebutkan sifat alam semesta ini dalam ayat berikut:

                                        وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنّا لَمُوسِعُونَ
Terjemahan:
"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Q.S Adz-Dzariyat: 47)

Kata “muusi’un” dalam bahasa Arab diterjemahkan dengan memperluas dan ini mengacu pada penciptaan dan perluasan alam semesta. Stephen Hawking dalam bukunya berjudul ‘A Brief History of Time’ menyebutkan: “Penemuan fakta ilmiah bahwa alam semesta senantiasa berkembang adalah sebuah revolusi intelektual abad ke-20”. Al-Qur’an telah menyebukan dakta ilmiah ini jauh sebelum manusia membuat sebuah teleskop. Masya Allah.

(Sumber: Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah, Zakir Naik. Dengan beberapa perubahan redaksi)

Thursday, 16 February 2017

Teori Penciptaan Alam Semesta Telah Disebutkan Dalam Al-Qur'an

Teori terciptanya alam semesta telah dijelaskan oleh para ahli geofisika dengan fenomena yang dikenal luas dengan nama teori 'Big Bang', teori yang didukung oleh data observasi dan eksperimen yang dikumpulkan oleh para astronom dan astrofisika dalam beberapa dekade. Menurut teori 'Big Bang', seluruh alam semesta pada awalnya berbentuk massa yang besar (disebut Nebula Primer). Kemudian, terjadilah 'Big Bang' (Ledakan Pemisah Sekunder) yang mengakibatkan pembentukan galaksi yang berikutnya terbentuk dan terbagi dalam bentuk bintang, planet, matahari, bulan dan benda langit lainnya. Berkenaan dengan fakta ini, Al-Qur'an telah berbicara lebih dahulu dalam sautu ayat:

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Terjemahan:
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Q.S Al-Anbiya: 30)

Para ilmuwan mengatakan bahwa sebelum galaksi di alam semesta terbentuk, pada awalnya semua berbentuk materi gas atau awan dalam jumlah sangat besar. Untuk mendeskripsikan istilah benda angkasa ini, penggunaan kata 'asap' lebih tepat daripada gas, sebagaimana Al-Qur'an yang menggunakan kata 'dukhan' (asap) yang terdapat dalam beberapa ayat, salah satunya terdapat pada ayat berikut:

ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ

Terjemahan:
"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan patuh". (Q.S Fushilat: 11)

(Sumber: Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah, Zakir Naik. Dengan beberapa perubahan redaksi)

Perbandingan Kekuatan Seorang Mukmin

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ إِن يَكُن مِّنكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِن يَّكُن مِّنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِّنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَ يَفْقَهُونَالْئَانَ (65) خَفَّفَ اللهُ عَنكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا فَإِن يَكُن مِّنكُم مِّائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنيَكُنْ مِّنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللهِ وَاللهُ مَعَ الصَّابِرِينَ (66)6

Terjemahan:
"Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) diantaramu, maka mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui padamu bahwa ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar". [Al Anfal :65-66]

Ishaq ibn Rawaih meriwayatkan dari Ibn Abbas bahwa ketika turun ayat 65 surah Al-Anfal, yang memerintahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam untuk mengerahkan kaum muslim berperang dengan perbandingan satu melawan sepuluh, mereka merasa keberatan sehingga Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan ayat berikutnya yang memberi mereka keringanan dengan menurunkan perbandingan satu melawan dua musuh (Al-Suyuthi, 2002).

(Sumber: Mengerti Asbabun Nuzul, Muhammad Chirzin, dengan beberapa perubahan redaksi)


Tuesday, 24 January 2017

Hadits Arbain ke-14: Larangan Membunuh, Berzina, dan Murtad

 عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُوْلُ اللهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ : الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
[رواه البخاري ومسلم]

Terjemahan Hadits:
"Dari Ibnu Mas’ud radiallahuanhu dia berkata: "Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: "Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa saya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) adalah utusan Allah kecuali dengan tiga sebab: Orang tua yang berzina, membunuh orang lain (dengan sengaja), dan meninggalkan agamanya berpisah dari jamaahnya". (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Catatan:
1.Tidak boleh menumpahkan darah kaum muslimin kecuali dengan tiga sebab, yaitu : zina muhshon (orang yang sudah menikah), membunuh manusia dengan sengaja dan meninggalkan agamanya (murtad) berpisah dari jamaah kaum muslimin.
2.Islam sangat menjaga kehormatan, nyawa dan agama dengan menjatuhkan hukuman mati kepada mereka yang mengganggunya seperti dengan melakukan zina, pembunuhan dan murtad. 3.Sesungguhnya agama yang disepakati adalah yang dipegang oleh jamaah kaum muslimin, maka wajib dijaga dan tidak boleh keluar darinya.
4.Hukum pidana dalam Islam sangat keras, hal itu bertujuan untuk mencegah (preventif) dan melindungi.
5.Pendidikan bagi masyarakat untuk takut kepada Allah ta’ala dan selalu merasa terawasi oleh-Nya dan keadaan tersembunyi atau terbuka sebelum dilaksanakannya hukuman.
6.Hadits diatas menunjukkan pentingnya menjaga kehormatan dan kesucian.
7.Dalam hadits tersebut merupakan ancaman bagi siapa yang membunuh manusia yang diharamkan oleh Allah ta’ala.

Tuesday, 17 January 2017

Hadits Arbain ke-13: "Mencintai Saudara"

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه
[رواه البخاري ومسلم]

Terjemahan Hadits:
"Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri".
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Catatan:
1.Seorang mu’min dengan mu’min yang lainnya bagaikan satu jiwa, jika dia mencintai saudaranya maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri.
2.Menjauhkan perbuatan hasad (dengki) dan bahwa hal tersebut bertentangan dengan kesempurnaan iman.
3.Iman dapat bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
4.Anjuran untuk menyatukan hati.

Hadits Arbain no.12: "Meniggalkan yang Tidak Bermanfaat"

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
[حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا]

Terjemahan Hadits:
"Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: "Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya." (Hadist Hasan Riwayat Tirmidzi dan lainnya)

Catatan:
1. Termasuk sifat-sifat orang muslim adalah dia menyibukkan dirinya dengan perkara-perkara yang mulia serta menjauhkan perkara yang hina dan rendah.
2. Pendidikan bagi diri dan perawatannya dengan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat didalamnya.
3. Menyibukkkan diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat adalah kesia-siaan dan merupakan pertanda kelemahan iman.
4. Anjuran untuk memanfaatkan waktu dengan sesuatu yang manfaatnya kembali kepada diri sendiri bagi dunia maupun akhirat.
5. Ikut campur terhadap sesuatu yang bukan urusannya dapat mengakibatkan kepada perpecahan dan pertikaian diantara manusia.

Hadits Arbain ke-11: "Tinggalkanlah Keragu-Raguan"

عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَلِي بْنِ أبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ .
 [رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]

Terjemahan Hadits:
"Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan kesayangannya dia berkata: "Saya menghafal dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam (sabdanya): "Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu".
(Riwayat Tarmidzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shoheh)

Catatan:
1. Meninggalkan syubhat dan mengambil yang halal akan melahirkan sikap wara’ (hati-hati).
2. Keluar dari ikhtilaf ulama lebih utama karena hal tersebut lebih terhindar dari perbuatan syubhat, khususnya jika diantara pendapat mereka tidak ada yang dapat dikuatkan.
3. Jika keraguan bertentangan dengan keyakinan maka keyakinan yang diambil.
4. Sebuah perkara harus jelas berdasarkan keyakinan dan ketenangan. Tidak ada harganya keraguan dan kebimbangan.
5.Berhati-hati dari sikap meremehkan terhadap urusan agama dan masalah bid’ah.
6.Siapa yang membiasakan perkara syubhat maka dia akan berani melakukan perbuatan yang haram

Friday, 30 December 2016

Hadits Arbain ke-10: "Doa dan Mengkonsumsi Barang yang Halal"

Source: www.dapurhalal.com

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى : ,يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً - وَقاَلَ تَعَالَى : , يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ - ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ . 
[رواه مسلم] 

Terjemahan Hadits:
"Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik". Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya: "Wahai Para Rasul, makanlah yang baik-baik dan beramal shalehlah". Dan Dia berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian".

Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : "Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan".
(H.R Muslim)

3 Wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Source: www.nubalerante.blogspot.co.id

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) telah berwasiat kepadaku dengan tiga perkara yang tidak akan pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal dunia, yaitu puasa tiga hari pada setiap bulan, shalat Dhuha, dan tidur dengan shalat witir terlebih dahulu.”
(Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab ke-19 Kitab Tahajjud, Bab ke-33 shalat Dhuha bagi yang mukim)

Sunday, 25 December 2016

Hadits Arbain ke-9: "Pembebanan Syari’at Sesuai dengan Kemampuan"

Source: www.etherealwellness.wordpress.com

نْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ 
[رواه البخاري ومسلم] 

Terjemahan Hadits:
"Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu dia berkata: "Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: "Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka".
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Saturday, 24 December 2016

Hadits Arbain ke-8: "Kehormatan Seorang Muslim"

Source: www.khazanah.republika.co.id

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءُهُمْ وَأَمْوَالُـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالىَ 
[رواه البخاري ومسلم]


Terjemahan:
"Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah Subhanahu wata’ala". (Riwayat Bukhari dan Muslim)

*Catatan hadits:
Hadits ini secara praktis dialami zaman kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq, sejumlah rakyatnya ada yang kembali kafir. Maka Abu Bakar bertekad memerangi mereka termasuk di antaranya mereka yang menolak membayar zakat. Maka Umar bin Khottob menegurnya seraya berkata: “Bagaimana kamu akan memerangi mereka yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah sedangkan Rasulullah telah bersabda : Aku diperintahkan….(seperti hadits diatas)”. Maka berkatalah Abu Bakar: “Sesungguhnya zakat adalah haknya harta”, hingga akhirnya Umar menerima dan ikut bersamanya memerangi mereka.

Hadits Arbain ke-7: "Agama Adalah Nasihat"

عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْم الدَّارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ . قُلْنَا لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلَّهِ وَلِكِتَابِه وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِم 
 [رواه البخاري ومسلم]

Terjemahan:
"Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Agama adalah nasehat, kami berkata : Kepada siapa? beliau bersabda: Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya".
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Monday, 21 November 2016

Shalat di Rumah Masing-Masing Ketika Turun Hujan


Dari Ibnu Umar Radhiallahu 'anhu bahwa sesungguhnya ia pernah mengumandangkan adzan pada suatu hari yang dingin dan berangin. Kemudian ia berkata: "Shalatlah di tempat tinggal kalian." Ia melanjutkan perkataannya: "Jika malam sangat dingin dan hujan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan seorang mu'adzin untuk mengucapkan: "Hendaklah kalian shalat di tempat tinggal kalian."

(H.R Bukhari dalam kitab ke-10 Kitab Adzan, Bab ke-40 Bab Keringanan Ketika Ada Hujan dan Sebab Lain Untuk Shalat di Rumah)

Thursday, 15 September 2016

Nasib Sahabat dan Kerabat Salman Al-Farisi

Source: www.new-muslims.info

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Terjemahan:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabi’in, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian serta beramal shalih, maka untuk mereka adalah ganjaran dari sisi Tuhan mereka, tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati” (QS. Al Baqarah: 62)

Al-Wahidi meriwayatkan dari Abdullah ibn Katsir dari Mujahid bahwa ketika Salman Al-Farisi menceritakan kepada Rasulullah shallalahu 'alaihi wasallam kisah teman-temannya maka Nabi shallalahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mereka di neraka." Salman berkata: "Seolah-olah gelap gulitalah Bumi bagiku. Akan tetapi setelah turun ayat ini, dunia seakan berubah menjadi terang-benderang." (As-Suyuthi, 2002) Ayat ini juga menegaskan bahwa ajaran Islam bukanlah ajaran yang eksklusif untuk satu golongan atau satu bangsa tertentu. (Ali, 1993)


(Sumber: Mengerti Asbabun Nuzul, Muhammad Chirzin, dengan beberapa perubahan redaksi)

Hak Seorang Mulim Terhadap Muslim Lainnya


Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, ia berkarta: "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Hak muslim atas muslim lainnya ada 5, yaitu: menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang yang bersin."

(H.R Bukhari dalam kitab ke-23 Kitab Jenazah, Bab ke-2 Bab Perintah Mengantar Jenazah)